Surat Kuasa: Perbedaan Kuasa Umum dan Kuasa Khusus Beserta Cara Membuatnya
8 Oktober 2026 · 2 menit baca
Kapan surat kuasa dipakai, apa bedanya kuasa umum dan khusus, dan apa saja yang harus dicantumkan agar tidak disalahgunakan.
Surat kuasa dipakai ketika Anda tidak bisa mengurus sesuatu sendiri dan meminta orang lain mewakili. Contoh sehari-hari: mengambil dokumen, mengurus administrasi di kantor pemerintahan, atau mencairkan dana.
Kuasa umum vs kuasa khusus
Kuasa umum memberi wewenang luas untuk mengurus kepentingan pemberi kuasa secara umum. Karena cakupannya luas, risikonya juga lebih besar.
Kuasa khusus hanya berlaku untuk satu urusan tertentu yang disebutkan jelas, misalnya "mengambil BPKB kendaraan dengan nomor polisi sekian". Untuk kebanyakan keperluan sehari-hari, kuasa khusus adalah pilihan yang lebih aman.
Yang harus ada di surat kuasa
- Data pemberi kuasa: nama, NIK, alamat.
- Data penerima kuasa: nama, NIK, alamat.
- Uraian kuasa yang spesifik: apa yang boleh dilakukan penerima kuasa.
- Tempat dan tanggal pembuatan.
- Tanda tangan kedua pihak, dengan meterai pada tanda tangan pemberi kuasa.
Tips agar tidak disalahgunakan
- Tulis keperluan sespesifik mungkin. Hindari kalimat seperti "mengurus segala sesuatu".
- Cantumkan batas waktu berlaku bila perlu.
- Lampirkan fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa.
- Untuk urusan bernilai besar, seperti tanah atau bangunan, konsultasikan dengan notaris.
Soal meterai
Surat kuasa biasanya dibubuhi meterai Rp10.000 agar punya kekuatan sebagai alat bukti. Tempelkan meterai di bagian tanda tangan pemberi kuasa, lalu tanda tangani sebagian di atas meterai.
Gunakan generator di bawah untuk membuat surat kuasa dengan format yang rapi dalam hitungan menit.
Langsung praktik
Surat Kuasa
Isi form, lihat pratinjau langsung, lalu unduh PDF atau Word. Surat pertama gratis.
Buat surat ini →